Cakra Budaya Indonesia

Memperkenalkan budaya indonesia kepada seluruh orang dimuka bumi ini
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Jam
shoutmix

isi comment dong
Latest topics
» Mengtasi Net Cut tanpa software
Fri Nov 12, 2010 10:54 pm by Admin

» Tips Dan Trik Setelah Makan Jengkol
Fri Nov 12, 2010 10:48 pm by Admin

» Ini Dia 2 Bocah yang Mengidap Penyakit Vampire (Draculla)
Fri Nov 12, 2010 10:11 pm by yulai

» Ini Dia Secret Service, Perisai Presiden AS
Fri Nov 12, 2010 10:04 pm by yulai

» Tempat Paling Gelap di Muka Bumi
Fri Nov 12, 2010 10:01 pm by yulai

» Cara Pasang Youtube di WordPress
Fri Nov 12, 2010 3:07 pm by Mr. chung

» Cara Pasang Avatar Gravatar Blavatar di WordPress
Fri Nov 12, 2010 2:32 pm by Mr. chung

» Cara Daftar Blog WordPress
Fri Nov 12, 2010 2:23 pm by Mr. chung

» Font Uploader Wordpress
Fri Nov 12, 2010 1:46 pm by Mr. chung

» Cara Cepat Membuka Nama Domain
Fri Nov 12, 2010 10:31 am by Admin

» Tips Ampuh Memilih Web Hosting
Fri Nov 12, 2010 10:19 am by Admin

» taruh magnet dekat otak bisa bikin kidal
Thu Nov 11, 2010 2:05 pm by Admin

» 10 SAHABAT RASUL YANG DI JAMIN MASUK SURGA
Thu Nov 11, 2010 1:41 pm by Admin

» Asal Mulanya Nama Indonesia
Thu Nov 11, 2010 12:56 pm by Admin

» Sejarah Tentang Penemuan Lambang Burung Garuda
Thu Nov 11, 2010 12:39 pm by Admin

Top posters
Admin
 
yulai
 
Mr. chung
 
shinichi81
 
b_you50
 
neng.cantik
 
iren
 
nisa.cena
 
Link status
Ym

Kunjungan

Share | 
 

 Sutan Takdir Alisjahbana (Bapak sastra indonesia)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
Admin


Jumlah posting : 208
Reputation : 0
Join date : 12.10.10

PostSubyek: Sutan Takdir Alisjahbana (Bapak sastra indonesia)   Sat Oct 23, 2010 1:01 pm




Sutan Takdir Alisjahbana (STA), (lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 pada umur 86 tahun), adalah sastrawan Indonesia. Menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987).Diberi nama Takdir karena jari tangannya hanya ada 4.

Pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan 1948-1953), Pembina Bahasa Indonesia (1947-1952), dan Konfrontasi (1954-1962). Pernah menjadi guru HKS di Palembang (1928-1929), dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kebudayaan di UI (1946-1948), guru besar Bahasa Indonesia, Filsafat Kesusastraan dan Kebudayaan di Universitas Nasional, Jakarta (1950-1958), guru besar Tata Bahasa Indonesia di Universitas Andalas, Padang (1956-1958), dan guru besar & Ketua Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1963-1968).

Sebagai anggota Partai Sosialis Indonesia, STA pernah menjadi anggota parlemen (1945-1949), anggota Komite Nasional Indonesia, dan anggota Konstituante (1950-1960). Selain itu, ia menjadi anggota Societe de linguitique de Paris (sejak 1951), anggota Commite of Directors of the International Federation of Philosophical Sociaties (1954-1959), anggota Board of Directors of the Study Mankind, AS (sejak 1968), anggota World Futures Studies Federation, Roma (sejak 1974), dan anggota kehormatan Koninklijk Institute voor Taal, Land en Volkenkunde, Belanda (sejak 1976). Dia juga pernah menjadi Rektor Universitas Nasional, Jakarta, Ketua Akademi Jakarta (1970-1994), dan pemimpin umum majalah Ilmu dan Budaya (1979-1994), dan Direktur Balai Seni Toyabungkah, Bali (-1994).
Daftar isi


* 1 Masa Kecil
* 2 Keterlibatan dengan Balai Pustaka
* 3 Sutan Takdir Alisjahbana dan Perkembangan Bahasa Indonesia
* 4 Karya-karyanya
o 4.1 Sebagai penulis
o 4.2 Sebagai editor
o 4.3 Sebagai penerjemah
o 4.4 Buku tentang Sutan Takdir Alisyahbana
* 5 Penghargaan
* 6 Lain-lain
* 7 Pranala luar

Masa Kecil

Ibunya seorang Minangkabau yang telah turun temurun menetap di Natal, Sumatra Utara. Ayahnya, Raden Alisyahbana gelar Sutan Arbi, ialah seorang guru. Selain itu, dia juga menjalani pekerjaan sebagai penjahit, pengacara tradisional (pokrol bambu), dan ahli reparasi jam. Selain itu, dia juga dikenal sebagai pemain sepak bola yang handal. Kakek STA dari garis ayah, Sutan Mohamad Zahab, dikenal sebagai seseorang yang dianggap memiliki pengetahuan agama dan hukum yang luas. Di atas makamnya tertumpuk buku-buku yang sering disaksikan terbuang begitu saja oleh STA ketika dia masih kecil. Kabarnya, ketika kecil STA bukan seorang kutu buku, dan lebih senang bermain-main di luar. Setelah lulus dari sekolah dasar pada waktu itu, STA pergi ke Bandung, dan seringkali menempuh perjalanan tujuh hari tujuh malam dari Jawa ke Sumatera setiap kali dia mendapat liburan. Pengalaman ini bisa terlihat dari cara dia menuliskan karakter Yusuf di dalam salah satu bukunya yang paling terkenal: Layar Terkembang.
[sunting] Keterlibatan dengan Balai Pustaka

Setelah lulus dari Hogere Kweekschool di Bandung, STA melanjutkan ke Hoofdacte Cursus di Jakarta (Batavia), yang merupakan sumber kualifikasi tertinggi bagi guru di Hindia Belanda pada saat itu. Di Jakarta, STA melihat iklan lowongan pekerjaan untuk Balai Pustaka, yang merupakan biro penerbitan pemerintah administrasi Belanda. Dia diterima setelah melamar, dan di dalam biro itulah STA bertemu dengan banyak intelektual-intelektual Hindia Belanda pada saat itu, baik intelektual pribumi maupun yang berasal dari Belanda. Salah satunya ialah rekan intelektualnya yang terdekat, Armijn Pane.
[sunting] Sutan Takdir Alisjahbana dan Perkembangan Bahasa Indonesia

Dalam kedudukannya sebagai penulis ahli dan kemudian ketua Komisi Bahasa selama pendudukan Jepang,Takdir melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi bahasa nasional yang menjadi pemersatu bangsa. Ia yang pertama kali menulis Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936) dipandang dari segi Indonesia, buku mana masih dipakai sampai sekarang,serta Kamus Istilah yang berisi istilah- istilah baru yang dibutuhkan oleh negara baru yang ingin mengejar modernisasi dalam berbagai bidang. Setelah Kantor Bahasa tutup pada akhir Perang Dunia kedua, ia tetap mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia melalui majalah Pembina Bahasa yang diterbitkan dan dipimpinnya. Sebelum kemerdekaan, Takdir adalah pencetus Kongres Bahasa Indonesia pertama di Solo. Pada tahun 1970 Takdir menjadi Ketua Gerakan Pembina Bahasa Indonesia dan inisiator Konferensi Pertama Bahasa- Bahasa Asia tentang "The Modernization of The Languages in Asia (29 September-1 Oktober 1967)

Direktur Cenfer for Malay Studies Universitas Malaya tahun 1060-1968

Karya-karyanya Sebagai penulis

* Tak Putus Dirundung Malang (novel, 1929)
* Dian Tak Kunjung Padam (novel, 1932)
* Tebaran Mega (kumpulan sajak, 1935)
* Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936)
* Layar Terkembang (novel, 1936)
* Anak Perawan di Sarang Penyamun (novel, 1940)
* Puisi Lama (bunga rampai, 1941)
* Puisi Baru (bunga rampai, 1946)
* Pelangi (bunga rampai, 1946)
* Pembimbing ke Filsafat (1946)
* Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia (1957)
* The Indonesian language and literature (1962)
* Revolusi Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia (1966)
* Kebangkitan Puisi Baru Indonesia (kumpulan esai, 1969)
* Grotta Azzura (novel tiga jilid, 1970 & 1971)
* Values as integrating vorces in personality, society and culture (1974)
* The failure of modern linguistics (1976)
* Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan (kumpulan esai, 1977)
* Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sebagai Bahasa Modern (kumpulan esai, 1977)
* Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Segi Nilai-Nilai (1977)
* Lagu Pemacu Ombak (kumpulan sajak, 1978)
* Amir Hamzah Penyair Besar antara Dua Zaman dan Uraian Nyanyian Sunyi (1978)
* Kalah dan Menang (novel, 1978)
* Menuju Seni Lukis Lebih Berisi dan Bertanggung Jawab (1982)
* Kelakuan Manusia di Tengah-Tengah Alam Semesta (1982)
* Sociocultural creativity in the converging and restructuring process of the emerging world (1983)
* Kebangkitan: Suatu Drama Mitos tentang Bangkitnya Dunia Baru (drama bersajak, 1984)
* Perempuan di Persimpangan Zaman (kumpulan sajak, 1985)
* Seni dan Sastra di Tengah-Tengah Pergolakan Masyarakat dan Kebudayaan (1985)
* Sajak-Sajak dan Renungan (1987).

[sunting] Sebagai editor

* Kreativitas (kumpulan esai, 1984)
* Dasar-Dasar Kritis Semesta dan Tanggung Jawab Kita (kumpulan esai, 1984).

[sunting] Sebagai penerjemah

* Nelayan di Laut Utara (karya Pierre Loti, 1944)
* Nikudan Korban Manusia (karya Tadayoshi Sakurai; terjemahan bersama Soebadio Sastrosatomo, 1944)

[sunting] Buku tentang Sutan Takdir Alisyahbana

* Muhammmad Fauzi, S. Takdir Alisjahbana & Perjuangan Kebudayaan Indonesia 1908-1994 (1999)
* S. Abdul Karim Mashad Sang Pujangga, 70 Tahun Polemik Kebudayaan, Menyongsong Satu Abad S. Takdir Alisjahbana (2006)

[sunting] Penghargaan

* Tahun 1970 STA menerima Satyalencana Kebudayaan dari Pemerintah RI.
* STA adalah pelopor dan tokoh sastrawan "Pujangga Baru".
* Doktor Kehormatan dari School For Oriental And African Studies London 2 Mei 1990
* DR.HC dari Universitas Indonesia
* DR.HC dari Universitas Sains Malaysia
Lain-lain

Sampai akhirnya hayatnya, ia belum mewujudkan cita-cita terbesarnya, menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar kawasan di Asia Tenggara. Ia kecewa, bahasa Indonesia semakin surut perkembangannya. Padahal, bahasa itu pernah menggetarkan dunia linguistik saat dijadikan bahasa persatuan untuk penduduk di 13.000 pulau di Nusantara. Ia kecewa, bangsa Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Filipina, dan Indonesia yang menjadi penutur bahasa melayu gagal mengantarkan bahasa itu kembali menjadi bahasa pengantara kawasan.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://indonesia.canadacry.net
 
Sutan Takdir Alisjahbana (Bapak sastra indonesia)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Indonesia akan Punya 500 Roket
» Menurut Kalian siapasih musisi indonesia yg jadi legenda sampe saat ini ??????
» Nasib Fiksi Ilmiah di Indonesia
» Inilah 25 Hotel Paling Favorit di Indonesia
» urutan orang terkaya indonesia

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Cakra Budaya Indonesia :: IPTEK :: Sejarah Tokoh Indonesia-
Navigasi: